Kali ini, tim dari DBPro (Design Build Pro) mendapat kesempatan untuk melakukan renovasi pada satu apartemen berukuran sedang di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Mulanya, unit apartemen ini difungsikan sebagai kantor kecil, bukan sebagai unit hunian. …
Read the full story »It’s all about architecture. Bagaimana tim DBPro – Design Build Pro menjembatani mimpi klien dan imajinasi arsitek.
Segala hal tentang interior, berkenaan dengan disain bagian dalam bangunan, furniture, dan dekor.
Hasil pekerjaan tim DBPro – Design Build Pro yang dipublikasikan di majalah dan buku arsitektur dan interior.
Project yang sedang berjalan. Proses dan upaya tim DBPro – Design Build Pro mewujudkan mimpi dan imajinasi para arsitek.
Berbagai macam tips dan trik arsitektur-interior yang dapat diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar Anda.
![]()
Frank O. Gehry adalah principal dari firma arsitektur Frank O. Gehry and Associates yang berlokasi di Los Angeles, California. Desain Frank Gehry, yang mengeksplor berbagai macam kemungkinan gabungan metode konstruksi dan susunan elemen arsitektur, telah dibangun di seluruh penjuru Amerika Serikat. Frank Gehry juga penerima Arnold W. Bnumer Award dari American Institue of Arts and Sciences (1983) dan berbagai penghargaan nasional dan internasional lainnya.
Gehry terlahir sebagai Frank Goldberg di Toronto, Canada, tahun 1929. Semasa kecilnya, Gehry kemudian pindah ke Los Angeles dan menyelesaikan pendidikan arsitekturnya di University of Southern California. Frank Gehry kemudian bekerja di Wdton and Associates (1957-1958) dan Victor Gruen (1958-1961) di Los Angeles. Frank Gehry juga bekerja bagi Andre Remondent di Paris (1961). Pada tahun 1962, Frank Gehry mendirikan firma arsitekturnya sendiri dan terlibat di berbagai project residential (Hillcrest Apartements-1962, Bixby Green-1969), project komersial (Kay Jewelers Stores-1963-1965, Joseph Magnin Stores-1968).
Selama periode tahun 1960an, Frank Gehry mulai mengarahkan desain arsitekturnya dengan menggabungkan arsitektur dan elemen vernakular Jepang, dipengaruhi juga oleh para pelukis dan pematung, melalui metode manipulasi perspektif yang canggih, masa sculpture yang dilipat oleh cahaya, dan bangunan yang mengungkapkan strukturnya sendiri. Strategi desainnya ini, berhasil dicapai pertama kali melalui desain arsitektur untuk Malibu House (1972), yang merupakan rumah tinggal temannya sendiri, seorang pelukis bernama Ron Davis, dan dikembangkan melalui serangkaian project rumah tinggal kecil. Rumah-rumah ini memungkinkan Gehry untuk menjelajah dan mengeksplorasi proses-proses konstruksi dan penggunaan dari material bahan bangunan yang diproduksi masal dan berharga murah. Dengan mengekspose struktur rangka kayu, menggunakan kayu lapis, pembuatan rantai logam yang berfungsi sebagai screen, dan memecah volume bangunan menjadi bentuk-bentuk geometris yang tidak lengkap, Frank Gehry mengungkapkan hubungan dari struktur fisik dan konteks arsitektural. Pencarian dari bentuk arsitektur baru ini mencapai puncaknya pada project rumah tinggalnya sendiri di Santa Monica (1978), yang merupakan bangunanrumah Cape Cod yang dikelilingi dan dipotong dengan tambahan dinding metal dan kaca. Ruang-ruang baru ditambahkan dengan keberadaan jalinan rantai, kayu, dan kaca. Konstruksi kayu, baik dari bangunan lama maupun bangunan baru, dibiarkan terekspose, dan menjadi bagian dari pondasi dan atap rumah.
Di saat yang bersamaan, Frank Gehry juga terlibat pada beberapa project bangunan skala besar, di mana Gehry mengambil pelajaran dari rumah tinggalnya sendiri, yaitu dalam penggabungan dan permainan geometri (Concord Pavilion-1975, Mid-Atlantic Toyota Distributors-1978, Cabrillo Marine Museum-1979, Santa Monica Place Shopping Mall-1973). Gehry juga melakukan renovasi yang merubah bekas garasi bus polisi menjadi kantor sementara dari Museum of Contemporary Art di Los Angeles (1983). Di project ini, struktur eksisting diteruskan, melalui intervensi yang minimal dari fireproofing dan dinding eksibisi. Titik-titk akses dan dinding eksterior ditandai dengan kanopi yang ditupang oleh kolom baja. Sebagai bagian dari eksplorasinya, Frank Gehry juga bereksperimen dengan pembuatan furniture dari kayu lapis dan papan tulis. Seri “Easy Edges” dai kursi-kursi, meja, stool, dan asesorisnya menjadi sangat populer, dan membawa ketenaran bagi Gehry ke tingkat nasional. Kesuksesan ini membuka gerbang bagi produksi furniture seri selanjutnya, yaitu “Experimental Edges” tahun 1979. Tahun 1983 Frank Gehry memproduksi edisi terbatas dari lampu yang terbuat dari Colorcore Formica.
Tahun 1981 Gehry dminta untuk mendesain bangunan tambahan dari desain rumah tinggal pertamanya Steeves Residence di Brentwood, California. Fank Gehry menggunakan kesempatan ini untuk merubah program dari sebuah rumah suburban melalui aliran dan ruang cahaya, yang tampil lewar serangkaian elemen sculpture, masing-masing melalui susunan, warna, tekstur, material, dan strukturnya sendiri. Walaupun akhirnya project ini tidak jadi dibangun, sejak saat itu Frank Gehry dapat mendesain dan membangun beberapa area dengan metode ini, melalui artikulasi sculpture yang dicapai dengan penggunaan material solid (termasuk stucco, metal galvanis, onyx, dan batu-batuan) dan melalui hubungan dengan elemen arsitektur yang oversize seperti tangga, skylight, dan kolom-kanopi.
>>Lengenda arsitektur lainnya:
Taman vertikal yang kami kerjakan untuk bangunan rumah tinggal di Cilandak rupanya menyita cukup banyak perhatian dari teman dan rekan kerja. Cukup banyak pula masyarakat awam yang menanyakan proses pembuatan taman vertikal yang menggunakan teknologi …
Kreativitas dalam dunia desain arsitektur sangat luas dan nyaris tidak terbatas. Beragam bahan bangunan dan metode pekerjaan dapat dieksplor oleh para arsitek saat mendesain karyanya. Terkadang, beberapa masalah di lapangan, terutama saat proses pembangunan rumah, …
Salah satu masalah yang paling sering kita hadapi dalam proses pembangunan rumah tinggal adalah banyaknya sisa material pekerjaan. Seringkali, sisa material tersebut hanya dibuang begitu saja. Padahal beberapa jenis material, dapat dimanfaatkan kembali, asalkan kita …
Beberapa waktu yang lalu, DBPro – Design Build Pro berkesempatan menjadi nara sumber untuk artikel “Tanya Jawab Seputar Renovasi Rumah” di Majalah Femina edisi no 28/XXXIX. Artikel ini antara lain membahas berbagai jenis renovasi rumah, …
Kali ini, tim dari DBPro (Design Build Pro) mendapat kesempatan untuk melakukan renovasi pada satu apartemen berukuran sedang di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Mulanya, unit apartemen ini difungsikan sebagai kantor kecil, bukan sebagai unit hunian. …
Rumah Cilandakadalah bangunan rumah tinggal yang dibangun oleh DBPro (Design Build Pro) sekitar tahun 2006. Rumah yang desain arsitekturnya dikerjakan oleh Ir. Adi Purnomo (Mamo Studio) ini cukup banyak diulas oleh berbagai majalah dan buku …
Pengerjaan furniture built in untuk rumah di Perumahan Taman Cikas-Galaxy, Bekasi ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan penyimpanan barang-barang bagi pemilik rumah yang baru saja selesai bertugas di Freeport. Furniture yang dikerjakan meliputi: tempat penyimpanan di …
Rumah milik seorang artis iklan dan sinetron ini berlokasi di Perumahan Nerada, Ciputat, Tangerang. Konstruksi dimulai awal Desember 2001. Rumah dengan dua lantai ini terletak di atas tiga kavling yang masing-masing memiliki ketinggian tanah yang …
Proses finishing dinding bangunan biasanya dilakukan melalui beberapa tahap. Setelah dinding selesai dikerjakan, tentulah harus diplester terlebih dahulu, kemudian setelah plesteran cukup kering, dinding diaci dengan semen. Setelah itu, kita harus menunggu sampai acian dinding …
Tahukah Anda, dengan menggunakan engsel pivot kita bisa menghemat biaya untuk pengadaan kusen pintu? Biaya untuk pembuatan kusen pintu berukuran 90 x 210 cm berkisar antara Rp 500.000,- dan Rp 1.500.000,-, tergantung pilihan kayu yang …