Tips Arsitektur: Roof Garden sebagai Pelindung Waterproofing
Dalam menerapkan berbagai macam gaya dan style arsitektur yang ada, arsitek seringkali mengeksekusi desain bangunannya dengan penggunaan penutup atap dak beton. Atap dak beton ini tidak hanya dijumpai pada bangunan komersial, seperti ruko atau rukan, tapi juga banyak dijumpai pada bangunan rumah tinggal, utamanya yang mengusung aliran modern. Hal ini tentu saja memberi konsekuensi tambahan. Terutama fakta bahwa beton adalah material bangunan yang porus dan dalam jangka waktu lama tidak tahan terhadap gempuran air hujan. Sehingga mau tidak mau, atap dak beton harus diberi lapisan pelindung tahan air, lapisan waterproofing.
Ada berbagai macam waterproofing untuk atap dak beton. Ada yang berupa lapisan waterproofing membran, ada pula yang berupa lapisan waterproofing kuas. Ada yang berupa cat, ada pula yang berupa aspal bakar. Yang sering tidak dipahami oleh masyarakat kebanyakan adalah, lapisan waterproofing -yang notabene bertujuan melindungi dak beton di bawahnya- juga harus diberi perlindungan. Hal ini disebabkan lapisan waterproofing untuk jangka waktu lama pun tidak akan tahan terhadap gempuran air hujan dan terpaan sinar ultraviolet matahari. Lapisan pelindung waterproofing ini juga berfungsi melindungi dari aktivitas di atasnya, yang dapat merusak atau menyobek lapisan waterproofing. Lapisan pelindung waterproofing tersebut dapat berupa lapisan screeding atau plesteran semen setebal 2-3 cm. Bisa pula berupa lapisan koral split setebal 10-15 cm.
Bila Anda memiliki area dak beton di rumah, mengapa tidak mencoba menggunakan tanah sebagai pelindung waterproofing. Dengan sekali merengkuh dayung, Anda tidak hanya mendapatkan lapisan pelindung waterproofing. Tapi juga bisa mendapatkan tambahan taman, berupa roof garden atau taman atap. anda bisa menanami tanah pelindung waterproofing itu dengan rumput misalnya. Lagipula, area dak beton seluas apapun bisa dimanfaatkan untuk membuat roof garden atau taman atap ini. Namun yang perlu diingat, kita harus mempersiapkan beberapa hal sebelum menguruk dak atap kita dengan tanah.
- Detil roof garden untuk rumah tinggal
- Roof garden di rumah tinggal di Tanjung Mas
- Susunan batu bata untuk drainasi roof garden
- Roof garden pada rumah tinggal di Cilandak
- Roof garden pada rumah tinggal di Cilandak
- Pecahan genteng untuk drainasi roof garden di rumah Cilandak
- Pecahan genteng untuk drainasi roof garden di rumah Cilandak
- Roof garden pada rumah tinggal di Cilandak
- Roof garden pada rumah tinggal di Cilandak
Pertama, kita harus menyiapkan ‘jalan’ bagi air hujan atau air penyiraman tanaman. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Antara lain dengan menjaga kemiringan dak beton ke salah satu sisi. Kemudian, kita bisa membuat jalur-jalur kecil dari potongan batu bata, sehingga aliran air bisa diarahkan ke tempat tertentu. Di atas jalur-jalur batu bata ini kemudian kita beri lapisan ijuk. Lapisan ijuk ini juga berfungsi untuk menjaga agar jalur-jalur air tidak tertimbun tanah. Bila ingin lebih merasa yakin lagi, di atas lapisan ijuk bisa kita beri lapisan koral split. Barulah pada lapisan paling atas, kita beri urugan tanah subur untuk media tanam. Di atas tanah ini kita bisa menanam rumput gajah mini misalnya. Dan bila Anda ingin menanam tumbuhan perdu yang lebih besar, lapisan tanahnya harus cukup tinggi, yaitu minimal 30cm. Setelah beberapa tahun biasanya lapisan tanah ini akan mengeras. Untuk itu, agar air bisa mengalir ke jalur-jalur air di bawah tanah urugan, kita perlu membuat beberapa titik lubang pembuangan air. Lubang pembuangan ini nantinya bisa kita urug dengan koral split pula, sehingga tetap terlihat bersih.
Beberapa contoh taman atap atau roof garden yang pernah dibuat oleh DBPro – Design Build Pro, bisa dilihat di rumah di Tanjung Barat karya Ir. Early Andhika Ratu, serta di rumah Cilandak karya Ir. Adi Purnomo dari Mamo Studio. Selamat mencoba.
Tags: arsitektur, exterior, green architecture, roof garden, rumah, waterproofing
4 Comments »
Leave a comment!
























info yang bagus dan bermanfaat mas, mengingat keputusan desain tak harus dr tampak2 yg menarik saja, tp bisa juga dari konsekuensi2 semacam ini, sip!
jawab:
Terima kasih mas Ken. Mudah-mudahan infonya bermanfaat bagi siapa saja.
salut dengan informasi menarik yg disajikan lengkap dengan fotonya….sangat bermanfaat mas, salam dari Bali, Agusm
trimakasih atas informasinya yg sangat bermanfaat pak, bagus sekali idenya.