Arsitektur

It's all about architecture. Bagaimana tim DBPro - Design Build Pro menjembatani mimpi klien dan imajinasi arsitek.

Interior

Segala hal tentang interior, berkenaan dengan desain bagian dalam bangunan, furniture, dan dekor.

Teknologi Bangunan

Berbagai bentuk teknologi terapan, material, dan metode kerja dalam dunia arsitektur dan interior.

Publikasi Arsitektur Interior

Hasil pekerjaan tim DBPro - Design Build Pro yang dipublikasikan di majalah dan buku desain arsitektur dan interior.

Tips Arsitektur Interior

Berbagai macam tips dan trik arsitektur-interior yang dapat diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar Anda.

Home » Arsitektur, Arsitektur dan Lingkungan, Teknologi Bangunan, Tips Arsitektur Interior

Tips Arsitektur: Membangun Taman Vertikal Dengan Batu Bata

Submitted by on July 23, 2008 – 9:44 am 5 Comments | 3,282 views

Salah satu konsep yang dibawa oleh arsitek Ir. Adi Purnomo atau Mamo dalam desain arsitektur untuk bangunan rumah tinggal di kawasan Cilandak ini adalah hunian yang ramah lingkungan. Dan untuk memenuhi kebutuhan itu, arsitek mendesain beberapa feature arsitektur, antara lain roof garden dan taman vertikal.

Ketika mulai mengerjakan rumah ini, kontraktor DBPro – DesignBuildPro (Ir. Stefanus Widyamurdani dan tim) belum mendapatkan gambaran yang cukup jelas mengenai konstruksi taman vertikal yang akan digunakan. untuk itu, kontraktor membuat beberapa contoh atau mockup, mulai dari material bambu dan kayu, bata merah, sampai mencetak sendiri susunan pot dari material semen dan pasir. Setelah melalui diskusi yang panjang, akhirnya dipilih material batu bata. Pertimbangannya, material ini mudah diperoleh, mudah pula dibentuk, tahan lama, serta jauh lebih ringan dibandingkan beton cetakan. Untuk itu kami menggunakan batu bata Kuo Shien dari Karawang. Kami pilih karena memiliki tekstur dan warna yang menarik, serta ukuran yang besar dan seragam.

Batu bata tersebut kemudian disusun dengan sudut kemiringan 45 derajat, dengan ukuran modul 20 cm, mengikuti ukuran panjang batu bata Kuo Shien. Ruang-ruang yang terbentuk di antaranya inilah yang akan diisi dengan media tanam dan ijuk, sebagai tempat tumbuhnya tanaman. di setiap ‘pot’ ini kemudian juga diberikan akses untuk pipa penyiraman air yang telah dicampur dengan pupuk cari di bak khusus yang kami buat di tempat lain. Pada bagian bawah dinding taman vertikal ini, juga dibuatkan saluran pembuangan air atau gutter. Buangan air ini akan didaur ulang kembali, namun sengaja dibuat terpisah dengan sistem daur ulang air hujan di rumah ini. Tidak lain karena air buangan taman vertikal ini telah mengandung pupuk dan pestisida yang tentunya berbahaya jika bercampur dengan penggunaan air lainnya.

Taman vertikal batu bata yang kami buat di rumah Cilandak ini tidak hanya berada di lantai dasar. Tapi juga ada di lantai atas, yang dibuat di atas kolam reflektif dan di shower. Total sekitar 3.800 pot yang dibuat untuk taman vertikal rumah Cilandak. Taman vertikal ini menjadi salah satu hal yang menarik di rumah Cilandak ini. Bahkan seorang guru besar arsitektur yang tinggal di sebelah rumah ini juga meminta tolong untuk dibuatkan taman vertikal yang sama.

>> Beberapa tiks desain arsitektur dan interior dari DBPro – Design Build Pro

Tags: , , , , , ,

5 Comments »

  • Michael Hutagalung says:

    Pellentesque leo nunc, vulputate sit amet, venenatis sed, vehicula at, lorem. Pellentesque commodo tristique sapien. Fusce sollicitudin adipiscing enim. Aliquam dui ante, commodo in, feugiat nec, fringilla sit amet, tellus. Ut et elit a erat dapibus accumsan. Quisque euismod. Praesent vehicula, mi et porttitor iaculis, mauris mauris semper libero, nec aliquam nibh enim eu enim. Sed urna. Cras commodo.

  • Pemilihan bata merah saya kira sangat tepat, mengingat bahan bangunan ini sangat mudah didapat baik di desa maupun di kota. Disamping itu, harganya cukup murah. Persoalannya, akan ada lumut dan ini dikhawatirkan akan melapukkan bata merah tersebut. Meskipun demikian, sebetulnya bisa dilapisi coating anti lumut. Terima kasih.

    Alumni Kampus Bata Merah, Barek, angkatan ’74

    • weedee says:

      jawab:
      mas Bambang, terimakasih telah berkunjung. Saya adik kelas angkatan 1989.
      Dalam kasus di rumah Cilandak, saya bersama arsitek memang memilih bata kuo shien yang karakternya memang memiliki banyak retak rambut, dengan tujuan agar lumut lebih cepat tumbuh… :-)
      Di proyek rumah Tanjung Barat, batu bata kuo shien ini kembali kami pakai dengan tujuan yang sama, agar mudah ditumbuhi lumut. Belakangan di proyek ini pula kami menemukan metode untuk menumbuhkan lumut, yaitu menggunakan bir… :-)

  • anggun says:

    Pak, saya sangat tetarik dengan taman vertikal ini.
    yang ingin saya tanyakan, apakah batu batanya hanya disusun saja? Lalu bagaimana dengan teknik penempelannya di dinding? Apakah perlu ditempel dengan semen?
    terimakasih atas perhatiannya, mohon pencerahannya…

    • weedee says:

      jawab:

      Untuk membuat taman vertikal batu bata ini, tetap dibutuhkan perekat semen di bagian belakang batu bata. Batu bata itu sendiri, dilekatkan pada dinding penyangga di belakangnya. Jika hanya disusun seperti pada foto, tentu saja kurang kuat dan mudah runtuh… :-)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.